SEKOLAH KEPEMIMPINAN ZAKAT LATIH KONSULTAN ZAKAT DI MESJID BABUL FIRDAUS
Dalam rangka optimalisasi pengelolaan zakat khususnya dalam meningkatkan pengumpulan zakat maka Sekolah Kepemimpinan Zakat bekerjasama dengan P3zawaf FEBI UIN Alauddin dan UPZ Masjid Babul Firdaus menggelar Pelatihan Konsultan Zakat tingkat dasar Angkatan I. Pelatihan ini dilaksanakan di Masjid Babul Firdaus Kompleks Minasa Indah Sungguminasa (23/10/2025).
Direktur Sekolah Kepemimpinan Zakat Dr. Agussalim Rahman memaparkan kondisi pengelolaan zakat saat ini belum optimal yang ditandai dengan masih rendahnya jumlah zakat yang dikumpulkan dibanding potensi zakat. Untuk tahun 2024 potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 327 Trilyun namun yang bisa diserap hanya berkisar Rp 30 Trilyun atau dibawah 10 %. Itupun termasuk Dana Sosial Keagamaan Lainnya seperti Infaq dan sedekah. Kontribusi Zakat dalam mengentaskan kemiskinan masih sangat rendah. Padahal dalam sejarah peradaban Islam, di era pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 100 H tidak ditemukan lagi orang miskin yang mau menerima zakat. Melihat latar belakang itu maka setelah melakukan penelitian direkomendasikan perlunya menghadirkan dan meningkatkan peran strategis konsultan zakat sebagai bagian amil zakat yang perannya adalah memberikan edukasi dan literasi tentang zakat kepada masyarakat muslim.
Ketua Baznas Kabupaten Gowa Drs. H. Abbas Alauddin, SH, MH yang membuka pelatihan ini menyampaikan bahwa pelaksanaan pembayaran zakat sebagai salah satu rukun Islam masih sangat rendah dibandingkan pelaksanaan Ibadah Haji. Jika untuk berhaji, banyak muslim rela antri bertahun tahun tetapi tidak ada yang antri untuk membayar zakat dan infaq. Perintah sholat dan zakat selalu bergandengan dalam Al-Quran sehingga jika ada orang yang tidak menunaikan kewajiban zakatnya maka sholatnya dipertanyakan.
Prof. Dr. Hamzah Khairiah Ketua Yayasan Edukasi Zakat Indonesia dan Ketua P3zawaf FEBI UIN Alauddin mengingatkan kepada para calon konsultan untuk pentingnya menyampaikan dakwah atau edukasi kepada ummat Islam bahwa pihak pertama yang merasakan manfaat berzakat adalah muzakki itu sendiri yakni akan mendapat ketenangan jiwa dan kesucian harta.
Turut hadir memberi motivasi dan inspirasi Pembina Yayasan Edukasi Zakat Prof. Dr. H. Muh. Asdar, SE, M.Si, CWM yang menekankan pentingnya konsultan zakat menguasai ilmu tentang zakat karena akan berperan sebagai konsultan yang memberi edukasi kepada masyarakat muslim.
Materi yang berikan kepada peserta pelatihan adalah Fiqhi Zakat, Cara Mengitung Zakat, Menjadi Konsultan Zakat Profesional dan Strategi Komunikasi Konsultan Zakat yang dibawakan Prof. Dr. Hamzah, Dr. Muhammad Firdaus, Ihwana As’ad, Ph.D dan Dr. Sennahati.
Peserta pelatihan berasal dari Dosen dan mahasiswa Prodi Ekonomi Islam FE Unismuh Makassar, pengurus masjid, pengurus UPZ, Pemerhati Zakat dan pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Arrahmah – Malakaji Kab. Gowa.
Alimuddin, S.Pd.I, M.Pd pimpinan Ponpes Babussalam mengapresiasi pelatihan konsultan zakat dan bertekad menjadikan pesantrennya sebagai percontohan pengelolaan zakat yang berintegritas, terarah dan berdampak nyata bagi kesejahteraan ummat.



